Categories
Uncategorized

Desa Kasongan, Akses, Aktivitas, Harga Tiket

Desa Kasongan adalah kota pengrajin yang dapat Anda temukan di sekitar Yogyakarta dan telah menjadi tujuan wisata. Saat ini, Kasongan merupakan salah satu produsen kerajinan keramik lokal terbesar di Yogyakarta. Sebagian besar penduduk bekerja membuat gerabah untuk peralatan rumah tangga dan dapur.

Jika Anda ingin mencari oleh-oleh khas Yogyakarta, ada baiknya jika Anda mencoba datang ke Desa Kasongan. Anda tidak hanya dapat membawa suvenir ke rumah, tetapi Anda juga dapat melihat proses pembuatan keramik dan tembikar secara langsung.

Akses ke desa Kasongan

Desa Kasongan terletak sekitar 8 km barat daya dari pusat kota Yogyakarta atau Jalan Raya Kasongan No.3, Kajen, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Akses ke tempat ini cukup mudah, dan cara terbaik adalah dengan menyewa mobil atau taksi, sehingga Anda tidak akan kesulitan mengangkut barang tembikar.

Sejarah berdirinya Desa Wisata Kasongan adalah pada masa penjajahan Belanda, di sebuah daerah di bagian selatan Yogyakarta terjadi peristiwa yang mengejutkan dan bahkan mengancam dengan ditemukannya seekor kuda mati yang dimiliki oleh seorang detektif Belanda di sebuah sawah yang dimiliki oleh seorang penduduk desa.

Baca juga : Sewa Bus Pekanbaru

Khawatir akan hukuman, penduduk desa melepaskan kepemilikan tanah mereka dan tidak lagi mengenalinya. Metode ini diikuti oleh warga desa lainnya. Tanah yang diberikan dimiliki oleh orang-orang dari desa lain.

Karena tidak ada lagi ladang untuk ditanami, penduduk setempat akhirnya menjadi pengrajin gerabah untuk membuat mainan dan peralatan dapur sampai sekarang. Daerah itu dikenal sebagai Kasongan sampai sekarang.

Tiket masuk ke desa Kasongan

Tidak ada harga masuk ke kota wisata ini. Mengunjungi kota Kasongan, wisatawan akan disambut hangat oleh penduduk setempat. Anda dapat melihat ruang pamer yang penuh dengan kerajinan keramik. Jika Anda tertarik melihat pembuatan tembikar, Anda dapat mengunjungi beberapa galeri tembikar yang menghasilkan kerajinan khusus di lokasi.

Prosesnya terdiri dari memeras bahan, membentuknya, mengeringkannya, yang memakan waktu 2 hingga 4 hari dan kemudian terbakar sebelum akhirnya dicat. Masyarakat bekerja secara kolektif dan gerabah melibatkan seluruh komunitas desa Kasongan.

Baca juga : Travel Semarang Pati

Aktivitas di desa Kasongan

Di kota Kasongan ini Anda dapat membeli dan mengamati cara membuat tembikar dan keramik. Saat Anda memasuki gerbang desa Kasongan, Anda akan melihat galeri keramik yang menjual barang-barang dekoratif di sepanjang jalan. Bentuk dan fungsinya beragam, dari asbak kecil hingga vas setinggi pundak seseorang. Barang dekoratif memiliki fungsi atau hanya sebagai hiasan.

Awalnya, keramik ini tidak memiliki gaya sama sekali. Legenda kuda mati, bagaimanapun, menginspirasi pengrajin untuk membuat motif kuda pada banyak produk, terutama kuda yang membawa gerabah atau ubin lengkap dengan keranjang bambu yang diletakkan di atas kuda, di samping motif katak, ayam jantan, dan gajah.

Di kota ini, Anda dapat meminta motif sesuai keinginan Anda, seperti burung merak, naga, mawar dan lainnya. Mainan untuk anak-anak dan peralatan dapur seperti kuali, pengaron, kendil, burung kormoran, ketep dan lain-lain juga diproduksi di kota ini.

Salah satu pajangan keramik yang terkenal adalah patung pasangan yang duduk dalam posisi sopan. Patung ini disebut Loro Blonyo, milik Walujo. Patung ini diadopsi dari pasangan pernikahan yang dimiliki oleh Kerajaan Yogyakarta.

Dalam bahasa Jawa, Loro berarti dua atau sepasang, sedangkan Blonyo berarti dibuat melalui mandi dan manufaktur. Jadi jika Anda ingin mencari tembikar atau gerabah, Desa Kasongan adalah jawabannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *